Validitas Jawaban Keagamaan Artificial Intelligence dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam

Authors

  • Mohammad Rofi'ul Ulum UIN Kiai Haji Achmad Siddiq

Keywords:

Artificial Intelligence, Fatwa, Literasi Keagamaan, Pendidikan Agama Islam, Validitas

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence telah mempermudah akses terhadap informasi keagamaan, tetapi validitas jawaban yang dihasilkan masih memerlukan verifikasi terhadap sumber Islam yang otoritatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas jawaban keagamaan yang dihasilkan Artificial Intelligence serta implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan penelitian hukum normatif. Data diperoleh melalui analisis dokumen terhadap jawaban keagamaan yang dihasilkan Artificial Intelligence dan penelusuran terhadap sumber keislaman yang dirujuk, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian jawaban memiliki kesesuaian dengan sumber keislaman, tetapi ditemukan pula ketidaksesuaian redaksi, rujukan kitab, dan atribusi hadis yang tidak dapat dikonfirmasi pada sumber asli. Artificial Intelligence juga tidak dapat diverifikasi memiliki identitas, kompetensi, dan kapasitas ijtihad sebagaimana pemberi fatwa. Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam karenanya perlu disertai literasi digital, verifikasi sumber, dan pendampingan pendidik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Mohammad Rofi'ul Ulum. (2026). Validitas Jawaban Keagamaan Artificial Intelligence dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam. QOLAMUNAA : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(3), 243–256. Retrieved from https://ejurnal.stainaa.ac.id/index.php/qolamunaa/article/view/113