Validitas Jawaban Keagamaan Artificial Intelligence dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam
Keywords:
Artificial Intelligence, Fatwa, Literasi Keagamaan, Pendidikan Agama Islam, ValiditasAbstract
Perkembangan Artificial Intelligence telah mempermudah akses terhadap informasi keagamaan, tetapi validitas jawaban yang dihasilkan masih memerlukan verifikasi terhadap sumber Islam yang otoritatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas jawaban keagamaan yang dihasilkan Artificial Intelligence serta implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan penelitian hukum normatif. Data diperoleh melalui analisis dokumen terhadap jawaban keagamaan yang dihasilkan Artificial Intelligence dan penelusuran terhadap sumber keislaman yang dirujuk, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian jawaban memiliki kesesuaian dengan sumber keislaman, tetapi ditemukan pula ketidaksesuaian redaksi, rujukan kitab, dan atribusi hadis yang tidak dapat dikonfirmasi pada sumber asli. Artificial Intelligence juga tidak dapat diverifikasi memiliki identitas, kompetensi, dan kapasitas ijtihad sebagaimana pemberi fatwa. Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam karenanya perlu disertai literasi digital, verifikasi sumber, dan pendampingan pendidik.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mohammad Rofi'ul Ulum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
License Terms
All content published in QOLAMUNAA: Jurnal Pendidikan Agama Islam is licensed under the CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). By submitting and publishing an article in this journal, authors agree to comply with all applicable license terms and conditions.





