Akselerasi Kemampuan Menulis Kreatif Santri Dengan Metode Husnul Isgho' Pada Program Intensif 20 Hari
Keywords:
Akselerasi, Maharah Kitabah, Pendampingan Intensif, Santri Mutawassith, Kitab Husnul Isgho'Abstract
Kemampuan menulis bahasa Arab (maharah kitabah) merupakan kompetensi esensial bagi santri tingkat Mutawassith di Pondok Pesantren Dalwa. Namun, kesenjangan antara pengetahuan Nahwu yang dimiliki dengan praktik menulis produktif menjadi hambatan utama. Pengabdian ini bertujuan mengakselerasi kemampuan menulis bahasa Arab santri tingkat Mutawassith melalui pendampingan intensif 20 hari berbasis Kitab Husnul Isgho' fi Darsil Insya' karya Al-Ustadz Dr. Makki Lazuardi, M.Pd. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, workshop dan praktik intensif dengan pendekatan eklektik, mentoring personal, dan post-test. Subjek pendampingan sebanyak 20 santri dengan kriteria mampu berbahasa Arab (belum lancar) dan memiliki dasar Nahwu. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata maharah kitabah dari 47,1 (pre-test) menjadi 80,3 (post-test), atau sebesar 70,5% (p < 0,001). Peningkatan tertinggi terjadi pada komponen variasi kosakata dan uslub (80,4%), diikuti ketepatan struktur Nahwu (78,2%). Faktor pendukung utama adalah kualitas kitab yang memuat metode eklektik, variasi gaya bahasa (uslub qashr, ithnab, musawah), serta kosakata modern yang kontekstual. Program ini juga berhasil mengubah sikap santri dari 70% merasa menulis sulit menjadi 85% merasa percaya diri. Kesimpulannya, pendampingan berbasis Kitab Husnul Isgho' efektif mengakselerasi kemampuan menulis bahasa Arab santri tingkat Mutawassith. Direkomendasikan agar kitab ini dijadikan pegangan resmi dan dibentuk klub menulis berkelanjutan.





