Workshop Pencegahan Bullying Berbasis Kultur Pesantren : Penguatan Kesadaran Siswa, Guru dan Pembina di SMP Nurul Abror Al Robbaniyin

Authors

  • Hirtsul Arifin STAI Nurul Abror Al-Robbaniyin
  • Ahmad Silmul Fuady STAI Nurul Abror Al Robbaniyin

Keywords:

bulliying, pesantren, pendidikan karakter, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius dalam dunia pendidikan yang berdampak pada kesehatan psikologis, relasi sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. Pada sekolah berbasis pesantren, praktik bullying memiliki dinamika yang lebih kompleks karena interaksi sosial siswa berlangsung secara intensif tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di asrama dan ruang pembinaan keagamaan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan model workshop pencegahan bullying berbasis kultur pesantren di SMP Nurul Abror Al-Robbaniyyin. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan materi berbasis nilai pesantren, pelaksanaan workshop interaktif, serta refleksi kolektif. Subjek kegiatan meliputi siswa, guru, dan pembina pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang bullying, tumbuhnya empati sosial siswa, serta terbentuknya komitmen anti-bullying secara kolektif. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi pendekatan partisipatif dengan nilai-nilai karakter pesantren serta pelibatan multi-aktor dalam satu kerangka intervensi kolektif. Model ini berpotensi direplikasi di sekolah berbasis pesantren sebagai strategi pencegahan bullying yang kontekstual dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Arifin, H., & Ahmad Silmul Fuady. (2026). Workshop Pencegahan Bullying Berbasis Kultur Pesantren : Penguatan Kesadaran Siswa, Guru dan Pembina di SMP Nurul Abror Al Robbaniyin. KHIDMATUNAA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 1–14. Retrieved from https://ejurnal.stainaa.ac.id/index.php/khidmatunaa/article/view/85