Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Pada Usia Anak di SDN 2 Kladi Cermee Bondowoso
Keywords:
pengabdian kepada masyarakat, pencegahan pernikahan dini, anak usia sekolah dasar, edukasi partisipatifAbstract
Pernikahan dini pada usia anak masih menjadi persoalan sosial yang berdampak pada
keberlanjutan pendidikan dan kesiapan masa depan anak. Upaya pencegahan umumnya
difokuskan pada remaja, sementara edukasi sejak usia sekolah dasar masih terbatas. Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa
sekolah dasar terhadap pencegahan pernikahan dini melalui pendekatan edukatif-partisipatif
yang ramah anak. Kegiatan dilaksanakan di SDN 2 Kladi Cermee Bondowoso dengan sasaran
siswa sekolah dasar. Metode pelaksanaan meliputi edukasi interaktif, diskusi ringan, permainan
edukatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan
peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman siswa. Pemahaman tentang
pengertian pernikahan dini meningkat dari 32% menjadi 87%, pemahaman dampak
pernikahan dini meningkat dari 28% menjadi 82%, serta kesadaran akan pentingnya
melanjutkan pendidikan meningkat dari 45% menjadi 90%. Selain itu, persentase siswa yang
menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama meningkat dari 40% menjadi 88%. Temuan
ini menunjukkan bahwa edukasi pencegahan pernikahan dini pada usia sekolah dasar efektif
dalam membangun kesadaran kognitif dan sikap preventif siswa. Kebaruan kegiatan ini
terletak pada fokus edukasi pencegahan pernikahan dini sejak usia anak dengan pendekatan
partisipatif yang membangun orientasi masa depan sebagai strategi pencegahan jangka
panjang.




